Sabtu, 17 November 2012

Materi Sosiologi Semester 1 Kelas XI.IPS


MATERI SOSIOLOGI SEMESTER 1
KELAS XI.IPS
SMA NEGERI 1 PECANGAAN

           

            BAB 1. STRUKTUR, STRATIFIKASI DAN DIFERENSIASI SOSIAL.

A.1 Pengertian Struktur Sosial
            Struktur Sosial adalah sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyrakat. Dalam tatanan tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjukkan perilaku dalam masyrakat.

A.2 Ciri-ciri Struktur Sosial ada 5 :
·         Bersifat Abstrak
·         Terdapat dimensi vertikal dan horisontal.
·         Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat.
·         Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat.
·         Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah.

A.3 Unsur-unsur Pembentuk Struktur Sosial ada 4 :
·         Status sosial adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, Status sosial di bagi menjadi 2 macam yaitu Ascribed status ( diperoleh sejak lahir ), Achieved status ( diperoleh dengan perjuangan ), dan Assigned status ( perjuangan dan kelahiran ).
·         Peranan Sosial.
·         Kelompok Sosial.
·         Institusi atau lembaga negara.

B. 1 Pengertian Stratifikasi Sosial.
           
Stratifikasi Sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang di wujudkan dengan tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai ke yang paling rendah.

B.2 Dasar-dasar Pembentuk Stratifikasi Sosial.

·         Kekayaan        : berkaitan dengan pendapatan.
·         Kekuasaan      : berkaitan dengan kemampuan untuk menentukan kehendaknya.
·         Keturunan       : berkaitan dengan keluarga.
·         Pendidikan      : berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan keahlian seseorang.

B.3 Stratifikasi Sosial Ditinjau dari sifatnya, ada 3 macam :

·         Pelapisan Sosial Tertutup merupakan pelapisan sosial yang membatasi seseorang untuk berpindah strata atau status baik ke atas ataupun ke bawah. Ciri-ciri pelapisan ini adalah diantaranya keanggotaan diperoleh melalui kelahiran, keanggotaan berlaku seumur hidup, perkawinan bersifat endogami, dll.
·         Pelapisan Sosial Terbuka merupakan pelapisan sosial yang tidak membatasi seseorang untuk berpindah strata atau status. Ciri-ciri pelapisan ini diantaranya keanggotaan tidak berlaku seumur hidup, hubungan dengan kelompoklain tidak terbatas, dll.
·         Pelapisan Sosial Campuran merupakan pelapisan sosial yang unsurnya terdiri dari pelapisan sosial terbuka dan dari pelapisan sosial tertutup.

B.4 Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi.
            Merupakan pelapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi yang sangat menonjol dalam masyarakat industrial. Dalam hal ini ada tiga kelas yaitu kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.
B.5 Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial.
            Merupakan pelapisan sosial yang didasarkan pada kriteria yang berhubungan dengan status atau kedudukan dalam masyarakat. Dalam hal ini ada 2 status yaitu secara obyektif ( formal ) dan secara subyektif ( pendapat ).
B.6 Pelapisan Sosial Berdasarkan Kriteria Politik.
            Pelapisan sosial dalam masyarakat berdasarkan kriteria politik berarti pembatasan masyarakat menurut pembagian kekuasaan. Ada tiga pola dalam hal ini yaitu Tipe Kasta ( kaku dan tegas ), Tipe Oligarkis, Tipe Demokratis.

C.1 Pengertian Diferensiasi Sosial.
            Diferensiasi Sosial adalah pengelompokan warga masyarakat secara horizontal berdasarkan kesamaan ciri-ciri tertentu.
C.2 Ciri Diferensiasi Sosial.
·         Ciri Fisik ( perbedaan ciri fisik tertentu, misal : warna kulit, bentuk hidung, dll ).
·         Ciri Sosial ( Perbedaan pekerjaan, peranan, prestise, dan kekuasaan ).
·         Ciri Budaya ( Perbedaan pandangan hidup ).
C.3 Deskripsi Diferensiasi Sosial Berdasarkan Ras, Etnis, Agama, fan Gender, Klan, Profesi.
·         Berdasarkan Ras merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya seperti warna kulit. Penggolongan Ras meliputi Austroloid ( penduduk asli australia yaitu aborigin ), Mongoloid ( Asiatic Mongoloid yaitu Asia utara,Asia timur, dan Asia tengah Dan Malayan Mongoloid yaitu Asia Tenggara, Indonesia, malaysia, dll ), American Mongoloid ( penduduk asli amerika utara ), Caucasoid, dan Negroid.
·         Berdasarkan Etnik merupakan Diferensiasi sosial berdasarkan pembedaan etnis atau suku bangsa bahwa masyarakat terdiri atas berbagai atas berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing.
·         Berdasarkan Agama merupakan perbedaan agama bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau golongan disebut UMAT.
·         Berdasarkan Gender merupakan perbedaan laki-laki dan perempuan yang mencakup tentang perbedaan secara seks dan perbedaan gender.
·         Berdasarkan Klan merupakan kelompok  kekerabatan yang terdapat dalam masyarakat dengan menarik garis kekerabatan secara Uniteral.
·         Berdasarkan Profesi merupakan Diferensiasi profesi karena ada berbagai macam profesi di masyarakat. Profesi berarti pekerjaan.
C.4 Pengaruh Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial.
·         Promordialisme yaitu paham yang memandang kelompok sendiri ( in-group feelling ) lebih unggul dibanding kelompok lain.
·         Ethosentrisme yaitu paham memandang budaya sendiri lebih unggul di banding yang lain.
·         Politik Aliran yaitu keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi sejumlah organisasi massa baik formal ataupun informal yang menjadi pengikutnya.



Penyusun.
                                                                                                                 M. Aditya Oktava



                                                                                     Sumber. Modul PRASASTI SOSIOLOGI.
MATERI SOSIOLOGI SEMESTER 1
KELAS XI.IPS
SMA NEGERI 1 PECANGAAN

           

            BAB 2. KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT.

A.1 Pengertian Konflik.
            Konflik adalah adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-oarang, kelompok-kelompok atau organisasi-oraganisasi yang berbeda pendapat, keyakinan dan kepentingan.
A.2 Bentuk-bentuk Konflik Diantaranya.
·         Konflik Pribadi yaitu konflik yang terjadi antara 2 orang yang bersifat masalah pribadi.
·         Konflik Rasial yaitu konflik yang terjadi antara kelompok ras yang berbeda kepentingan.
·         Konflik Poltik yaitu konflik yang menyangkut golongan-golongan dalam masyarakat, maupun antar negara yang berdaulat.
·         Konflik AntarKelas Sosial yaitu Konflik antar kelas yang berbeda kepentingan.
·         Konflik Ideologis yaitu Konflik yang terjadi akibat perbedaan Ideologis.
·         Konflik Internasional yaitu Konflik yang terjadi antara beberapa kelompok negara yang berbeda kepentingan.
A.3 Pengertian Kekerasan.
            Kekerasan adalah perilaku yang sengaja maupun tidak sengaja yang ditujukan untuk menciderai atau merusak orang lain, baik fisik, ataupun psikologisnya.
A. 4 Perbedaan Konflik Dan Kekerasan.

Konflik
Kekerasan
a. Hasil Proses Interaksi sosial yang bersifat negatif.
a. Agresi jahat yang tidak terprogam filogenetik dan tidak adaptif biologis.
b. Sebagai Fakta sosial yang tidak dihindari.
b. Bukan pembawaan manusia, memiiki tingkat kedestruktifan berbeda.
c. Bertujuan memperoleh kemenangan dan menghancurkan lawannya.
c. Tidak memiliki tujuan dan muncul karena nafsu belaka.
d. Berdampak positif yang dapat mendorong suatu perubahan.
d. Kedesrtuktifan meningkat seiring dengan perkembangan peradaban.

A. 5 Sebab-sebab terjadinya Konflik.
·         Perbedaan  antara orang perorangan.
·         Perbedaan Kepentingan.
·         Perubahan Sosial.
A. 6 Akibat Konflik Sosial.
·         Bertambah kuat solidaritas dalam kelompok. ( membangun )
·         Munculnya pribadi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi situasi konflik.
·         Retaknya retaknya persatuan. ( merusak )
·         Perubahan sikap dan kepribadian individu baik positif dan negatif.
·         Hancurnya harta benda.
·         Munculnya dominasi menang dan kalah.
A. 7 Usaha-usaha Mengatasi Konflik.
·         Konsoliasi yaitu mempertemukan pihak yang berselisih guna mencapai persetujuan bersama untuk berdamai.
·         Mediasi yaitu cara penyelesaian dengan menggunakan pengantara ( mediator ).
·         Arbitrasi yaitu cara penyelesaian dengan cara pengadilan.
·         Koersi yaitu cara penyelesaian dengan paksaan.
·         Dedente yaitu mengurangi hubungan tegang antara dua pihak yang bertikai.
A.8 Pengertian Integrasi.
            Integrasi Sosial adalah persatuan dari unsur-unsur religius atau kesukuan yang berlainan ke dalam suatu masyarakat. Dalam Integrasi sosial terdapat tahap di dalamnya yaitu Tahap Akomodasi, Tahap Kerja Sama, Tahap Koordinasi, Dan Tahap Asimilasi.













































                                                                                                                       
 Penyusun.
                                                                                                                 M. Aditya Oktava



                                                                                     Sumber. Modul PRASASTI SOSIOLOGI.

MATERI SOSIOLOGI SEMESTER 1
KELAS XI.IPS
SMA NEGERI 1 PECANGAAN


            BAB 3. MOBILITAS SOSIAL.

A.1 Pengertian Mobilitas Sosial.
            Mobilitaas Sosial adalah Suatu bentuk perubahan posisi/kedudukan seseorang/kelompok dari lapisan atau strata sosial yang satu ke strata sosial yang lain.
A.2 Pengertian Mobilitas Sosial Geografis.
            Mobilitas Sosial Geografis adalah suatu perpindahan orang/individu maupun kelompok dari daerah satu ke daerah yang lain atau yang sering disebut dengan migrasi.
A.3 Perbedaan Antara Social Mobility dan Social Movement.
·         Social Mobility adalah gerakan warga masyarakat dari satu lapisan ke lapisan kedudukan sosial yang lain dalam struktur masyarakat.
·         Social Movement adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelas sosial tertentu dalam masyarakat dengan maksud untuk memperoleh suatu kedudukan sosial yang di inginkan. Contoh : demo karyawan untuk menuntut kenaikan gaji.
A.4  Jenis-jenis Mobilitas Sosial.
·         Mobilitas Sosial Vertikal adalah Perpindahan individu dari kedudukan atau strata yang tidak sederajat. Contoh : dari karyawan menjadi manajer.
·         Mobilitas Sosial Horisontal adalah Perpindahan individu dari kedudukan atau strata yang sederajat. Contoh : dari Kabid. Kaderisasi menjadi Kabid.Intelegensi.
·         Mobilitas Sosial AntarGenerasi adalah mobilitas dua generasi atau lebih.
A.5 Jenis-jenis Mobilitas Sosial Vertikal.
·         Mobilitas Sosial Naik ( sosial climbing ) adalah perpindahan kedudukan seseorang dari lapisan rendah ke lapisan yang lebih tinggi dalam masyarakat. Contoh : guru menjadi kepala sekolah.
·         Mobilitas Sosial Turun ( sosial Sinking ) adalah perpindahan kedudukan seseorang dari lapisan tinggi ke lapisan yang lebih rendah dalam masyarakat. contoh : dari kepala sekolah menjadi guru biasa.
A.6 Jenis-jenis Mobilitas Sosial Antargenerasi.
·         Mobilitas Sosial Intergenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial seseorang/anggota masyarakat yang terjadi diantara beberapa generasi dalam satu garis keturunan. Contoh : kakek petani, nenek petani, ayah mantri, ibu guru, anak dokter spesialis bedah.
·         Mobilitas Sosial Intragenerasi yaitu perpindahan kedudukan sosial seseorang/anggota masyaarakat yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Contoh : Ayah perangkat desa, ibu rumah tangga, anak ke 1 pengusaha, anak ke 2 petani, anak ke 3 guru.
A.7 Faktor yang mempengaruhi proses terjadinya Mobilitas Sosial.
·         Status Sosial ( pembawaan dari orang tuanya ).
·         Keadaan Ekonomi (  kondisi SDA ).
·         Situasi Politik.
·         Motif-motif Keagamaan.
·         Masalah Kependudukan/demografi.
·         Keinginan melihat daerah lain ( urbanisasi ).
A.8 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial.
·         Perbedaan Ras dan Agama.
·         Diskriminasi kelas dalam sistem kelas terbuka.
·         Kelas-kelas sosial. ( diskriminasi sosial )
·         Kemiskinan ( keterbatasan dana )
·         Perbedaan jenis kelamin (gender) dalam masyarakat. ( diskriminasi sosial ).


A.9 Saluran-saluran Mobilitas Sosial.
·         Angkatan Bersenjata.
·         Lembaga-lembaga keagamaan.
·         Lembaga Pendidikan.
·         Organisasi Politik.
·         Organisasi Ekonomi.
·         Organisasi Keahlian.
A.10 Dampak Mobilitas Sosial.
·         Konflik Antar Kelas Sosial.
·         Konflik Antar Kelompok Sosial.
·         Konflik Antar Generasi.
·         Penyesuaian Kembali.










2 komentar: